Anomali Indah yang Melegenda

Bersenang-senang dahulu, bersenang-senang kemudian. karena hidup gak perlu dibuat susah
Recent Tweets @Alijahh
Kita yang sekarang adalah akumulasi dari bahagia dan luka pada masa lalu.

Dulu sewaktu di balikpapan, saya pernah kena tilang, pak polisi yang menilang namanya mas yunusa. Ditilang tapi tak jadi bayar apa2 karena saya bantu betulkan progamnya saat mau masukkan nama saya ke database tilang. Kami malah tukar nomer telefon, menjadi kawan.

Dalam obrolan kami kemarin sore, ia berkata. Dua hal yg menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Keraguan dan kebodohan. Perpaduan keduanya kerap membawa maut.

Dalam obrolan itu, setengah saya melamun. Dua hal itu ternyata tak hanya membawa maut di jalan raya saja. Tapi di jalan kehidupan.

Dua hal itu, yang membawa pada suatu hal paling gelap di semesta. Penyesalan.

Yang harus kita sadari adalah, Untuk melawan kebodohan, kita harus belajar, berdiskusi. Untuk melawan keraguan, kita harus saling bercerita, berusaha percaya.

Jadi wajar ketika saya lebih suka kau tampar daripada kau diamkan. Jangan saya didiamkan.

Karena dalam diam, berjuta persepsi tumbuh, baik buruk bertumbuk. Satu padu tak berwujud. Karena dalam diam, seperti ditinggalkan dalam luar angkasa yang gelap. Tak ada yang bisa dilihat, tak ada yg bisa di dengar.

Teman sekawan perjalanan dulu pernah bilang, “Kita berjalan tak karuan bukan mencari apa yang hilang, tapi menjauh sejenak dari apa yang bakal kita rindukan.”

Teman sekawan perjalanan dulu pernah saya yakinkan, “Bahwa berpergian jauh paling menyenangkan bukan saat sampai ke tujuan, tapi saat tiba waktunya untuk pulang.”

Ketika kita ingin pergi jauh menghilang ke tempat yang tak bisa ditemukan, jelas sebenarnya kita hanya ingin ditemukan.

Maka, sebut saja kita pecandu. Pecandu rindu.

"Bagaimana saya bisa pergi darimu, Jika duniaku ada di sekelilingmu?",kata seseorang pada bintang-bintang.

Kata teman saya, azis..

Terkadang kita membuat suatu kesalahan, terkadang kita adalah kesalahan itu sendiri.
Yang tak ingin dikenang, apalagi diulang.
Ada kata yang tak akan disampaikan karena jelas bakal tidak terdengar sopan.
Raimu cuk
kita bisa berhenti menyakiti dengan belajar saling memahami, atau kita bisa saling benci dengan mencari-cari berapa banyak luka yang tertinggal di hati
benci (via kekasihsenja)
  • X : kamu bakal kehilangan setiap orang yang kamu sakiti kalau caramu seperti ini..
  • Y : seperti ini gimana?
  • X : memasrahkan semuanya kepada waktu dan do'a
Carilah yang tersisa, biarkan saja yang hilang..
Irung
Bagaimana bisa pergi, jika duniaku ada di sekelilingmu?
Kata seseorang pada rembulan

Tangannya mengepal, keras. Jantungnya berdegub kencang, marah. Dia berteriak, tapi tetap sunyi. Dia lupa dia bisu.

Beribu kali ia pukuli tembok itu sampai retak jemarinya, tak berhenti ia pukuli tembok itu. Tangannya berdarah. Oh. Kelingkingnya juga patah.

Tapi lucunya, ia malah tertawa. Tapi tetap tak bersuara. Ia bisu.

Ia marah. Ia pandangi tembok itu penuh emosi. Ia umpat dalam hati. Ia marah.
Ia pukul tembok itu sekali lagi, ia lupa jemarinya sudah retak dan kelingkingnya sudah patah.

Darah di tangannya berceceran menodai tembok menjadi lukisan padang bunga matahari yang pernah menjadi tempat ia harap bisa tinggali. Tapi tetap merah.

WTD [Want to Discuss]
Fenomena ISIS belakangan ini yang bukan dikarenakan jendela yang terbuka, kerap dikaitkan dengan pendapat bahwa ISIS sengaja dibentuk oleh amerika dan zionis untuk menyebarkan ketakutan dengan khalifah Islamiyah. Tapi bukankah memang ide-ide “eksklusif” semacam ini sering mengundang pengikut-pengikut fanatik?

Saya tidak menyangkal bahwa dibalik ISIS ada “investor” yang mendanai, itu jelas sekali. Karena perang itu bisnis.
Tapi mengambinghitamkan para “investor” itu bukan hal yang cerdas. Karena seperti saya bilang sebelumnya, ide khilafah islamiyah memang sangat mudah diselewengkan. Bukan diselewengkan oleh oknum, tapi terseleweng secara mandiri dalam pikiran sendiri akibat pemikiran yang belum matang dan mendalam. Terbuai dalam satu kata sihir, “khilafah”.

Seharusnya momen ini dimanfaatkan oleh yang katanya memperjuangkan khilafah untuk mengkaji ulang ide-ide tentang khilafah islamiyah secara mendetail dan terperinci , sudah siap kah? Khalifah islamiyah seperti apa kah yang diinginkan? Sebab dari segala artikel yang saya baca tentang konsep khilafah islamiyah, semuanya masih kabur.

Karena dengan pemikiran yang dangkal, ISIS adalah inspirasi untuk bertindak brutal dan militan untuk menegakkan suatu ideologi. Efektif dan praktis.

Dan memang, timbul kewaspadaan masyarakat akan istilah “khilafah”. Tapi jika memang teman-teman pejuang khilafah merasa bahwa khilafah islamiyah adalah solusi untuk menghadapi segala permasalahan yang terjadi, masih mungkin kok menyusupkan ide-ide khilafah islamiyah ke dalam sistem praktis yang real. *dengan catatan tidak membawa nama golongan
Perlahan, sedikit-sedikit, tapi pasti.

Sudah berapa tahun sih memperjuangkan ide khilafah? Seperti apa sih merjuanginnya? Dengan nyebarin brosur tiap jumatan yg isinya kritik terhadap pemerintahan terkini? Atau dengan ngadakan seminar tentang khilafah islamiyah?

Kami masyarakat awam tak akan pernah bisa menilai jika tak ada wujudnya, kalau kawan-kawan berpikir bahwa khilafah islamiyah bisa menjadi solusi negeri ini, silahkan diperdetail konsepnya. Kalau kawan-kawan berpikir bukan seperti yang ISIS lakukan yang kalian inginkan, silahkan tunjukkan rinciannya idenya.

Dalam sudut pandang pribadi, tanpa mengurangi rasa hormat saya, khilafah islamiyah kini masih utopis. Mimpi di siang bolong ba’da shalat dhuhur remaja-remaja pengurus masjid.

Meragulah. Meragulah dengan apa yang kita dengar dan kita baca. Meragulah dengan apa-apa yang kita lihat dan rasakan. Meragulah. Karena berulang itu bukan berarti sejati. Karena yang selalu tampak tak selamanya adalah inti.
Meragulah, karena tanpa meragu tak akan pernah kita benar-benar yakini yang sejati.