Anomali Indah yang Melegenda

Bersenang-senang dahulu, bersenang-senang kemudian. karena hidup gak perlu dibuat susah
Recent Tweets @Alijahh
tak bisa kuwujudkan kau dalam nyata, maka kuwujudkan engkau dalam kata.
a travelmate

Aku juga tak tahu, tak mengerti, tak pula beralasan.

ketika beribu manusia kujumpa, kukenal, kupahami. tapi entah kenapa semua keinginan, harapan, dan cita-cita untuk berbahagia itu jatuh padamu. begitu saja. sesekira langit terhanguskan oleh matahari di senja. seketika, sebegitu saja. sesederhana itu. tapi sumpah indah.

Damainya bersamamu.

almanak-almari:

Date a girl who spends her money on books instead of clothes. She has problems with closet space because she has too many books. Date a girl who has a list of books she wants to read, who has had a library card since she was twelve.

Find a girl who reads. You’ll know that…

Ini

(via melegenda)

melegenda:

Manusia berkomunikasi dengan tuhan melalui doa, tuhan berkomunikasi dengan manusia melalui tanda.

Manusia menangkap tanda dengan indera, mengolahnya dengan rasa dan logika.

dan saya mengeja tuhan ”Inspirasi”.

Sehebat apapun tuhan, jika manusianya bodoh ya sama saja.

Seagung apapun tuhan, jika…

Hiding My Heart (adele-cover) by Alijahhh

Ambilkan Bintang Dong by Alijahhh

melegenda:

hari satu, Pos I jalur sembalun :

Kasih, Kutulis ini untukmu di setiap titik peristirahatan Gunung Rinjani

Kutulis di setiap lelah yang kurasakan, di setiap kerinduan untukmu di pulau seberang.

Kutulis di setiap kekagumanku akan lekuk bebatuan dan warna yang terpancar di senjanya.

Kasih,

Jantungku didegup kencang oleh tanjakan-tanjakan yang tak masuk akal, keringatku dikeringkan oleh angin di kalimati. Nafasku, nafasku seperti separuhnya diambil oleh gunung ini. 

Dekat ini, akan kutaklukkan Gunung Rinjani

Hari satu, pos III jalur sembalun:

Kamu harus kemari kasih, karena aku tak mampu menggambarkan semuanya, bahasaku tak cukup detail untuk mendeskripsikan tiap pesonanya, Tujuh roll film dari tiga kamera tuaku pun tak cukup untuk menangkap setiap warna yang terlukiskan, setiap ukiran pada lembah dan jurangnya.

Kamu harus kemari kasih, kamu bakal berjalan seratus kaki di bawah awan, hingga 10 kaki diatas awan. 

Tiap tanjakannya bakal meruntuhkan topeng yang sudah kita ukir begitu lamanya di kota. 

Tiap terik panas di perjalanannya bakal menguapkan setiap kesombongan kita yang lama sudah kita percaya.

Seandainya saya bisa merekam semua yang saya lihat, setiap sprektrum, setiap lekuk, dan setiap detailnya. Kutunjukkan padamu kasih. Kutunjukkan padamu bahwa ada yang membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama selain dirimu. Biar saja kamu cemburu. Biar saja.

Kau tahu? Sepertinya Gunung Rinjani lah yang menaklukkanku

Hari dua, pelawangan sembalun :

Aku sudah sampai di pelawangan sembalun kasih. Kata orang, tempat berkemahku sekarang adalah bekas pemakaman pendaki yang mati di sini. Indah sekali sepertinya.

Esok dini hari, ketika saya sampai ke puncak, saya petikkan satu kembang edelwais untukmu, yang katanya mekarnya abadi. Doakan saya sampai.

Hari tiga, pelawangan sembalun :

aku tak berhasil menyapa matahari dari puncak rinjani ataupun berenang di segara anakan. Badai menghentikan perjalananku sampai di sini. Aku pulang hari ini. Untuk Menjemputmu kemari untuk mengambil parsial jiwaku yang kutinggalkan di sini.




puji syukur kebetulan puisi menang di kompetisi cipta puisi “mengaduk rasa dalam cerita” FBSMA 2012 yg diadakan temen-temen FKUI
Bagian paling susah dari memilih itu adalah, menyadari pilihan-pilihan yang tersedia.
Karena hidup bukan soal pilihan ganda

Dari seribu probabilitas yang ada, rintik gerimis memilih bara rokokku sebagai tempat untuk mendarat. Burung yang terbang memilih jok motorku sebagai tempat buang hajat. Debu memilih mataku sebagai tempat bersinggah.

Apakah akan tetap sama?
Apakah rintik gerimis bakal memilih bara rokokku sebagai tempat mendarat? Ketika saya memilih berjalan ke utara bukan ke selatan?
Apakah burung kurang ajar itu akan buang hajat di jok motor saya? Ketika saya parkir motor saya semeter agak ke kanan?
Apakah debu akan ngelilipi mata saya? Ketika saya berkedip sedetik lebih cepat?

Apakah akan tetap sama?

Dari seribu probabilitas yang ada, kenapa pikiranku tersimpulkan padamu?
Apakah akan tetap sama?
Jika saya berganti nama atau agama?

Dari seribu probabilitas yang ada, dari seribu orang yang ada, kenapa saya jatuh padamu?
Apakah akan tetap sama?
ketika saya berlari ke arah yang berbeda?

Itu takdir? Atau hanya akumulasi pilihan yang saya buat?
Itu takdir? Atau pilihan?

Apakah akan tetap sama?

melegenda:

Imajinasi mendistorsi memori, kebenaran masa lampau menjadi bias. kepedihan lama menjadi candaan untuk ditertawakan. pecahan-pecahan romantisme menjadi gelap tak berwujud untuk dilamunkan.
persepsi berubah ngikut tren zaman. yang dulu dihinakan sekarang jadi panutan, yang dulu jadi panutan sekarang dihinakan.

Ha!

melegenda:

inget waktu kecil hampir dari kita semua adalah anak kecil yang pemberani? ketika kita masih belum tahu banyak tentang apa yang harus dilakukan, apa yang harus direncanakan selain bersenang-senang dan makan camilan.

melihat serangga dan bunga kemudian senyum-senyum sendiri. kagum. di buku…

:)

melegenda:

Kalau kita tidak berusaha mempertahankan, ya jelas akan hilang. Kalau kita tidak menjaga, jelas bakal regang. toh waktu dan jarak akan memudarkan kita. salah satu dari kita harus mengalah jika salah satu lelah. salah satu dari kita harus tabah jika salah satu dipenuhi amarah. atau, ikatan itu akan…