Anomali Indah yang Melegenda

Bersenang-senang dahulu, bersenang-senang kemudian. karena hidup gak perlu dibuat susah
Recent Tweets @Alijahh

lensblr-network:

After sunset glow

ini yang namanya Rana Senja

Mari berhenti dengarkan pendapat orang lain tentang keputusan-keputusan yang berakibat pada diri sendiri, jikalau mereka dengki mereka menyesatkan, jikalau mereka khawatir mereka berlebihan.

Karena apapun yang terjadi karena keputusan yg kita buat itu, bangganya hanya untuk mereka sendiri.
Ketika kita bahagia karena kita menurut, mereka bakal bilang, “mantab kan nasihatku?”.
Ketika kita salah karena kita membelot, mereka bakal bilang, “kita bilang juga apa.”

Kalaupun mereka menyesal karena kita tersesatkan, kita malah bakal dua kali lebih menyesal.

Mari kita berhenti dengarkan pendapat orang lain tentang keputusan2 yang berdampak pada diri sendiri.

melegenda:

Lebaran setiap tahunnya, disambut dengan euforia yang sama. Mudik massal, makanan enak, dan belanja berlebihan. perayaan yang seharusnya menjadi kelahiran untuk diri yang baru menjadi lain. merayakan bebasnya setan dari belenggu sebulan penuh. pesta pora kembang api, belanja barang gak perlu tiada henti, dan lain-lain.

ya seperti yang orang biasanya percaya, setan ini adalah metafora dari diri manusia sendiri, hawa nafsu. setelah hawa nafsu terbelenggu sebulan penuh, berusaha menjadi suci selama sebulan tersebut, ketika lebaran tiba, hawa nafsu terbebas, kembali liar.

apakah benar, setiap apa yang kita tahu selalu memberatkan pertimbangan kita? membesarkan rasa takut kita?

tak bisa kah kita seperti dahulu sewaktu baru lancar berbicara, bertanya tanpa takut ditertawakan, mengagumi hal-hal kecil sederhana yang ada di depan mata, mencoba tanpa takut ada yang menghina?

kenapa kita bisa setidakpeduli itu?

kenapa kita bisa menangkap hal indah dari sekedar dentingan gelas yang dipukul dengan sendok sewaktu makan siang?

kenapa kita bisa menatap kagum ulat bulu yang sedang rakus memakan dedaunan di kebun milik kakek?

kenapa kita bisa tertawa setelah menangis karena jatuh dari sepeda roda dua?

bisa kah kita kembali sesederhana itu?

benarkah apa yang kita baca dan kita dengar menyombongkan penglihatan kita sehingga kita tak bisa lagi menilai dengan tulus?

benarkah apa yang kita alami mengajari kita untuk selalu berburuk sangka dengan dunia?

benarkah apa yang kita percaya menjadikan kita menutup mata akan segala kemungkinan yang ada?

tuan, akan kah kau tampar aku kali ini jika aku bertanya mengapa aku harus percaya?

Oh ya. Saya lupa kalau saya itu super minoritas. Hahah

melegenda:

Angsa

jika dilontarkan suatu pertanyaan, “angsa itu warnanya apa?”

apa jawaban anda?

putih?

fenomena ini dikenal sebagai generalisasi persepsi. kita menggeneralkan bahwa semua angsa bewarna putih. padahal tanpa kamu sadari ada angsa di belahan dunia lain ada yang bewarna htam. atau bahkan kamu…

tak bisa kuwujudkan kau dalam nyata, maka kuwujudkan engkau dalam kata.
a travelmate

Aku juga tak tahu, tak mengerti, tak pula beralasan.

ketika beribu manusia kujumpa, kukenal, kupahami. tapi entah kenapa semua keinginan, harapan, dan cita-cita untuk berbahagia itu jatuh padamu. begitu saja. sesekira langit terhanguskan oleh matahari di senja. seketika, sebegitu saja. sesederhana itu. tapi sumpah indah.

Damainya bersamamu.

almanak-almari:

Date a girl who spends her money on books instead of clothes. She has problems with closet space because she has too many books. Date a girl who has a list of books she wants to read, who has had a library card since she was twelve.

Find a girl who reads. You’ll know that…

Ini

(via melegenda)

melegenda:

Manusia berkomunikasi dengan tuhan melalui doa, tuhan berkomunikasi dengan manusia melalui tanda.

Manusia menangkap tanda dengan indera, mengolahnya dengan rasa dan logika.

dan saya mengeja tuhan ”Inspirasi”.

Sehebat apapun tuhan, jika manusianya bodoh ya sama saja.

Seagung apapun tuhan, jika…

Hiding My Heart (adele-cover) by Alijahhh

Ambilkan Bintang Dong by Alijahhh

melegenda:

hari satu, Pos I jalur sembalun :

Kasih, Kutulis ini untukmu di setiap titik peristirahatan Gunung Rinjani

Kutulis di setiap lelah yang kurasakan, di setiap kerinduan untukmu di pulau seberang.

Kutulis di setiap kekagumanku akan lekuk bebatuan dan warna yang terpancar di senjanya.

Kasih,

Jantungku didegup kencang oleh tanjakan-tanjakan yang tak masuk akal, keringatku dikeringkan oleh angin di kalimati. Nafasku, nafasku seperti separuhnya diambil oleh gunung ini. 

Dekat ini, akan kutaklukkan Gunung Rinjani

Hari satu, pos III jalur sembalun:

Kamu harus kemari kasih, karena aku tak mampu menggambarkan semuanya, bahasaku tak cukup detail untuk mendeskripsikan tiap pesonanya, Tujuh roll film dari tiga kamera tuaku pun tak cukup untuk menangkap setiap warna yang terlukiskan, setiap ukiran pada lembah dan jurangnya.

Kamu harus kemari kasih, kamu bakal berjalan seratus kaki di bawah awan, hingga 10 kaki diatas awan. 

Tiap tanjakannya bakal meruntuhkan topeng yang sudah kita ukir begitu lamanya di kota. 

Tiap terik panas di perjalanannya bakal menguapkan setiap kesombongan kita yang lama sudah kita percaya.

Seandainya saya bisa merekam semua yang saya lihat, setiap sprektrum, setiap lekuk, dan setiap detailnya. Kutunjukkan padamu kasih. Kutunjukkan padamu bahwa ada yang membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama selain dirimu. Biar saja kamu cemburu. Biar saja.

Kau tahu? Sepertinya Gunung Rinjani lah yang menaklukkanku

Hari dua, pelawangan sembalun :

Aku sudah sampai di pelawangan sembalun kasih. Kata orang, tempat berkemahku sekarang adalah bekas pemakaman pendaki yang mati di sini. Indah sekali sepertinya.

Esok dini hari, ketika saya sampai ke puncak, saya petikkan satu kembang edelwais untukmu, yang katanya mekarnya abadi. Doakan saya sampai.

Hari tiga, pelawangan sembalun :

aku tak berhasil menyapa matahari dari puncak rinjani ataupun berenang di segara anakan. Badai menghentikan perjalananku sampai di sini. Aku pulang hari ini. Untuk Menjemputmu kemari untuk mengambil parsial jiwaku yang kutinggalkan di sini.




puji syukur kebetulan puisi menang di kompetisi cipta puisi “mengaduk rasa dalam cerita” FBSMA 2012 yg diadakan temen-temen FKUI